Hallo semua, kangen ga nich ma Si-Gantenks??? Moga-moga aja iya hi2. Sekian lama berkecimpung dengan kerjaan yang seabreg banyaknya, penat juga rasanya. Untuk sekedar refreshing aku liat-liat dunia maya, wew rame banngetz sekarang Bro. Terus ku liat ah Blog-ku, ternyata masih keren aja Blog-ku yaa :D. Tapi disitu ada guest yang protes, dia bilang postingannya Basi ga pernah di-update (iya juga sih J), setelah kuliat...???he2..iyo jugo Bud,,,emang Rada lama nich postingan entah dari abad ke berapa kalee hiks2..L. Aku mikir-mikir mo posting apa yaa di Blog-ku, Konsep awal Blog-ku sebenernya sich buat catatan-ku sendiri aja mengenai Computer Network. Sekaligus buat halte-ku di dunia maya, aku berpikir untuk masang postingan yang bisa membantu rekan2 yang laen dan sekalian untuk catatanku aja. Lumayanlah untuk mengumpulkan data yang kubutuhkan untuk belajar. Tetapi Konsep Blog-ku ini ko’ rasanya berat banget yaa, aku uda rada mual nich dengan yang namanya Jaringan Komputer tapi bukannya bosen loo. Cuma ko’ rada monoton kalo post-nya temanya itu-itu aja,sedangkan yang kumau ko’ gado-gado yaa...(Laper lu ya.. J). Maksudnya semua bidang Bro. Abiz kalo aku maen ke Blog rekan-rekan and para Master Blog yang laen aku Cuma bisa nyengir aja. Keren-keren Bro, dan isinya patent trus semua dapet cirinya masing-masing. Nah dengan maksud mencari ciri ini aku oprex2 semua akhirnya kuputuskan untuk posting apa aja dech. Kagak harus cari ciri yang penting isinya bisa membantu siapa saja yang sedang membutuhkan, puyeng Bro kalo harus cari ciri dulu sedangkan diriku bukanlah penulis yang handal. Ok, sekian dulu laporannya. Aku mo keliling-keliling lagi menjelajah dunia Maya ini, semoga dapet ide untuk buat yang baru post-nya Bro.
Sunday, April 12, 2009
CurHat
Monday, February 16, 2009
Setting Awal Access Point WAP54G Linksys
Sebelum dapat menggunakan Access Point WAP54G LinkSys tentunya harus me-setting awal Access Point WAP54G LinkSys agar bisa dapat digunakan.
Bila Access Point WAP54G LinkSys anda benar-benar baru dan belum pernah digunakan maka langsung saja menghubungkan Access Point WAP54G LinkSys dengan Laptop atau PC Desktop anda menggunakan kabel UTP serta hubungkan adaptor Access Point WAP54G LinkSys pada stop kontak listrik dengan Access Point WAP54G LinkSys.
Perhatikan bahwa IP dari Laptop atau PC desktop harus dengan format seperti berikut : 192.168.1.* tanda bintang mewakili angka 1 sampai dengan 255 dan bukan 245 karena 245 adalah milik Access Point WAP54G LinkSys pada keadaan default.
Apabila Access Point WAP54G LinkSys tidak yakin apakah Access Point WAP54G LinkSys ini sudah pernah digunakan atau belum silahkan me-reset dulu Access Point WAP54G LinkSys untuk meyakinkan Access Point WAP54G LinkSys kembali kepada keadaan default.
Cara me-reset Access Point WAP54G LinkSys, tekan tombol pada bagian belakang dengan klip atau apa saja yang bisa mencapai tombol kecil tersebut dan tahan hingga kira-kira 10 detik.
Bila Access Point WAP54G LinkSys anda benar-benar baru dan belum pernah digunakan maka langsung saja menghubungkan Access Point WAP54G LinkSys dengan Laptop atau PC Desktop anda menggunakan kabel UTP serta hubungkan adaptor Access Point WAP54G LinkSys pada stop kontak listrik dengan Access Point WAP54G LinkSys.
Perhatikan bahwa IP dari Laptop atau PC desktop harus dengan format seperti berikut : 192.168.1.* tanda bintang mewakili angka 1 sampai dengan 255 dan bukan 245 karena 245 adalah milik Access Point WAP54G LinkSys pada keadaan default.
Apabila Access Point WAP54G LinkSys tidak yakin apakah Access Point WAP54G LinkSys ini sudah pernah digunakan atau belum silahkan me-reset dulu Access Point WAP54G LinkSys untuk meyakinkan Access Point WAP54G LinkSys kembali kepada keadaan default.
Cara me-reset Access Point WAP54G LinkSys, tekan tombol pada bagian belakang dengan klip atau apa saja yang bisa mencapai tombol kecil tersebut dan tahan hingga kira-kira 10 detik.
Saturday, November 1, 2008
Lapisan-lapisan Model OSI
1.1 Physical Layer
Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu digunakan untuk menyatakan nilai 1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk angka 0?. Diperlukan berapa mikrosekon suatu bit akan habis? Apakah transmisi dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya? Berapa jumlah pin yang dimiliki jaringan dan apa kegunaan masing-masing pin? Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer.
1.2 Data Link Layer
Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan kenetwork layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecag-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte).
Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu digunakan untuk menyatakan nilai 1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk angka 0?. Diperlukan berapa mikrosekon suatu bit akan habis? Apakah transmisi dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya? Berapa jumlah pin yang dimiliki jaringan dan apa kegunaan masing-masing pin? Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer.
1.2 Data Link Layer
Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan kenetwork layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecag-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte).
Tuesday, October 28, 2008
KONSEP ROUTER
Mengapa perlu Router
Sebelum kita pelajari lebih jauh mengenai bagaimana mengkonfigurasi router cisco, kita perlu memahami lebih baik lagi mengenai beberapa aturan dasar routing. Juga tentunya kita harus memahami sistem penomoran IP,subnetting,netmasking dan saudara-saudaranya.
Contoh kasus:
Host X -> 128.1.1.1 (ip Kelas B network id 128.1.x.x)
Host Y -> 128.1.1.7 (IP kelas B network id 128.1.x.x)
Host Z -> 128.2.2.1 (IP kelas B network id 128.2.x.x)
Pada kasus di atas, host X dan host Y dapat berkomunikasi langsung tetapi baik host X maupun Y tidak dapat berkomunikasi dengan host Z, karena mereka memiliki network Id yang berbeda. Bagaimana supaya Z dapat berkomunikasi dengan X dan Y ? gunakan router !
Contoh kasus menggunakan subnetting
Host P -> 128.1.208.1 subnet mask 255.255.240.0
Host Q -> 128.1.208.2 subnet mask 255.255.240.0
Host R -> 128.1.80.3 subnet mask 255.255.240.0
Sebelum kita pelajari lebih jauh mengenai bagaimana mengkonfigurasi router cisco, kita perlu memahami lebih baik lagi mengenai beberapa aturan dasar routing. Juga tentunya kita harus memahami sistem penomoran IP,subnetting,netmasking dan saudara-saudaranya.
Contoh kasus:
Host X -> 128.1.1.1 (ip Kelas B network id 128.1.x.x)
Host Y -> 128.1.1.7 (IP kelas B network id 128.1.x.x)
Host Z -> 128.2.2.1 (IP kelas B network id 128.2.x.x)
Pada kasus di atas, host X dan host Y dapat berkomunikasi langsung tetapi baik host X maupun Y tidak dapat berkomunikasi dengan host Z, karena mereka memiliki network Id yang berbeda. Bagaimana supaya Z dapat berkomunikasi dengan X dan Y ? gunakan router !
Contoh kasus menggunakan subnetting
Host P -> 128.1.208.1 subnet mask 255.255.240.0
Host Q -> 128.1.208.2 subnet mask 255.255.240.0
Host R -> 128.1.80.3 subnet mask 255.255.240.0
Beberapa Sistem Operasi dalam satu Hardisk/PC
Kadang kita ingin mencoba suatu sistem operasi lain di dalam komputer kita tanpa harus menghapus sistem operasi yang kita gunakan sekarang.
Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan. Namun menurut pengalaman penulis (red-entah kalo orang lain), ada satu cara yang paling mudah.
Berikut langkah-langkahnya :
1.Persiapkan sebuah hardisk yang menurut anda cukup untuk sistem operasi yang akan anda install. Disini penulis memakai HD 20GB (hardisk yang cukup murah utk saat ini)
2.Siapkan CD Sistem Operasi yang akan dipasang (Misal: Win98, WinXP, Win2000 & Red Hat 9)
3.Siapkan Software PowerQuest Partition Magic 7 atau 8.
Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan. Namun menurut pengalaman penulis (red-entah kalo orang lain), ada satu cara yang paling mudah.
Berikut langkah-langkahnya :
1.Persiapkan sebuah hardisk yang menurut anda cukup untuk sistem operasi yang akan anda install. Disini penulis memakai HD 20GB (hardisk yang cukup murah utk saat ini)
2.Siapkan CD Sistem Operasi yang akan dipasang (Misal: Win98, WinXP, Win2000 & Red Hat 9)
3.Siapkan Software PowerQuest Partition Magic 7 atau 8.
Subscribe to:
Comments (Atom)