Sebelum dapat menggunakan Access Point WAP54G LinkSys tentunya harus me-setting awal Access Point WAP54G LinkSys agar bisa dapat digunakan.
Bila Access Point WAP54G LinkSys anda benar-benar baru dan belum pernah digunakan maka langsung saja menghubungkan Access Point WAP54G LinkSys dengan Laptop atau PC Desktop anda menggunakan kabel UTP serta hubungkan adaptor Access Point WAP54G LinkSys pada stop kontak listrik dengan Access Point WAP54G LinkSys.
Perhatikan bahwa IP dari Laptop atau PC desktop harus dengan format seperti berikut : 192.168.1.* tanda bintang mewakili angka 1 sampai dengan 255 dan bukan 245 karena 245 adalah milik Access Point WAP54G LinkSys pada keadaan default.
Apabila Access Point WAP54G LinkSys tidak yakin apakah Access Point WAP54G LinkSys ini sudah pernah digunakan atau belum silahkan me-reset dulu Access Point WAP54G LinkSys untuk meyakinkan Access Point WAP54G LinkSys kembali kepada keadaan default.
Cara me-reset Access Point WAP54G LinkSys, tekan tombol pada bagian belakang dengan klip atau apa saja yang bisa mencapai tombol kecil tersebut dan tahan hingga kira-kira 10 detik.
Monday, February 16, 2009
Saturday, November 1, 2008
Lapisan-lapisan Model OSI
1.1 Physical Layer
Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu digunakan untuk menyatakan nilai 1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk angka 0?. Diperlukan berapa mikrosekon suatu bit akan habis? Apakah transmisi dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya? Berapa jumlah pin yang dimiliki jaringan dan apa kegunaan masing-masing pin? Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer.
1.2 Data Link Layer
Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan kenetwork layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecag-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte).
Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu digunakan untuk menyatakan nilai 1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk angka 0?. Diperlukan berapa mikrosekon suatu bit akan habis? Apakah transmisi dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya? Berapa jumlah pin yang dimiliki jaringan dan apa kegunaan masing-masing pin? Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer.
1.2 Data Link Layer
Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan kenetwork layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecag-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte).
Tuesday, October 28, 2008
KONSEP ROUTER
Mengapa perlu Router
Sebelum kita pelajari lebih jauh mengenai bagaimana mengkonfigurasi router cisco, kita perlu memahami lebih baik lagi mengenai beberapa aturan dasar routing. Juga tentunya kita harus memahami sistem penomoran IP,subnetting,netmasking dan saudara-saudaranya.
Contoh kasus:
Host X -> 128.1.1.1 (ip Kelas B network id 128.1.x.x)
Host Y -> 128.1.1.7 (IP kelas B network id 128.1.x.x)
Host Z -> 128.2.2.1 (IP kelas B network id 128.2.x.x)
Pada kasus di atas, host X dan host Y dapat berkomunikasi langsung tetapi baik host X maupun Y tidak dapat berkomunikasi dengan host Z, karena mereka memiliki network Id yang berbeda. Bagaimana supaya Z dapat berkomunikasi dengan X dan Y ? gunakan router !
Contoh kasus menggunakan subnetting
Host P -> 128.1.208.1 subnet mask 255.255.240.0
Host Q -> 128.1.208.2 subnet mask 255.255.240.0
Host R -> 128.1.80.3 subnet mask 255.255.240.0
Sebelum kita pelajari lebih jauh mengenai bagaimana mengkonfigurasi router cisco, kita perlu memahami lebih baik lagi mengenai beberapa aturan dasar routing. Juga tentunya kita harus memahami sistem penomoran IP,subnetting,netmasking dan saudara-saudaranya.
Contoh kasus:
Host X -> 128.1.1.1 (ip Kelas B network id 128.1.x.x)
Host Y -> 128.1.1.7 (IP kelas B network id 128.1.x.x)
Host Z -> 128.2.2.1 (IP kelas B network id 128.2.x.x)
Pada kasus di atas, host X dan host Y dapat berkomunikasi langsung tetapi baik host X maupun Y tidak dapat berkomunikasi dengan host Z, karena mereka memiliki network Id yang berbeda. Bagaimana supaya Z dapat berkomunikasi dengan X dan Y ? gunakan router !
Contoh kasus menggunakan subnetting
Host P -> 128.1.208.1 subnet mask 255.255.240.0
Host Q -> 128.1.208.2 subnet mask 255.255.240.0
Host R -> 128.1.80.3 subnet mask 255.255.240.0
Beberapa Sistem Operasi dalam satu Hardisk/PC
Kadang kita ingin mencoba suatu sistem operasi lain di dalam komputer kita tanpa harus menghapus sistem operasi yang kita gunakan sekarang.
Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan. Namun menurut pengalaman penulis (red-entah kalo orang lain), ada satu cara yang paling mudah.
Berikut langkah-langkahnya :
1.Persiapkan sebuah hardisk yang menurut anda cukup untuk sistem operasi yang akan anda install. Disini penulis memakai HD 20GB (hardisk yang cukup murah utk saat ini)
2.Siapkan CD Sistem Operasi yang akan dipasang (Misal: Win98, WinXP, Win2000 & Red Hat 9)
3.Siapkan Software PowerQuest Partition Magic 7 atau 8.
Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan. Namun menurut pengalaman penulis (red-entah kalo orang lain), ada satu cara yang paling mudah.
Berikut langkah-langkahnya :
1.Persiapkan sebuah hardisk yang menurut anda cukup untuk sistem operasi yang akan anda install. Disini penulis memakai HD 20GB (hardisk yang cukup murah utk saat ini)
2.Siapkan CD Sistem Operasi yang akan dipasang (Misal: Win98, WinXP, Win2000 & Red Hat 9)
3.Siapkan Software PowerQuest Partition Magic 7 atau 8.
Tuesday, August 5, 2008
TIPS MENGGUNAKAN DAN MERAWAT FLASH DISK
Baca dengan TENANG dan PERLAHAN...!
Beberapa bulan yang lalu (tahun 2007) aku membeli sebuah FLASH DISK (maaf ya jika salah penulisan) berkapasitas 4 GB. Ini adalah benda kesayangan ku. Kemana pergi, selalu ku bawa. Karena jaman sekarang adalah jamannya digital. Apapun digital, termasuk DATA.
Aku juga seorang yang bisa dikatakan sering keluar masuk WARNET. Aku sering mengumpulkan informasi di sana, tampa harus membeli buku.
Benda ini (FLASH DISK) sangat ku jaga dengan baik (PERAWATAN EKSTRA)
• Tidak ku dekatkan dengan HP, karena bisa menghilangkan DATA.
• Jangan sampai terbanting,
• Jangan sampai bengkok,
• Jangan sampai basah / lembab / panas.
• Tidak terlalu lama berada di dalam port (lubang) USB, karena bisa panas.
• Ku masukkan dalam port USB hanya untuk meng-copy atau menyimpan data, setelah itu langsung cabut.
• Ku simpan di tempat yang baik pula.
Pada tanggal 01 Agustus 2008,
FLASH DISK aku RUSAK TOTAL dan TIDAK DAPAT DIPERBAIKI LAGI. (ada hikmahnya lah)
Masalahnya DI LUAR DUGAAN,
yaitu menyangkut komputer tempat FLASH DISK dimasukkan.
BEGINI CERITANYA ...(hehe9 kaya kismis gitu..)
Beberapa bulan yang lalu (tahun 2007) aku membeli sebuah FLASH DISK (maaf ya jika salah penulisan) berkapasitas 4 GB. Ini adalah benda kesayangan ku. Kemana pergi, selalu ku bawa. Karena jaman sekarang adalah jamannya digital. Apapun digital, termasuk DATA.
Aku juga seorang yang bisa dikatakan sering keluar masuk WARNET. Aku sering mengumpulkan informasi di sana, tampa harus membeli buku.
Benda ini (FLASH DISK) sangat ku jaga dengan baik (PERAWATAN EKSTRA)
• Tidak ku dekatkan dengan HP, karena bisa menghilangkan DATA.
• Jangan sampai terbanting,
• Jangan sampai bengkok,
• Jangan sampai basah / lembab / panas.
• Tidak terlalu lama berada di dalam port (lubang) USB, karena bisa panas.
• Ku masukkan dalam port USB hanya untuk meng-copy atau menyimpan data, setelah itu langsung cabut.
• Ku simpan di tempat yang baik pula.
Pada tanggal 01 Agustus 2008,
FLASH DISK aku RUSAK TOTAL dan TIDAK DAPAT DIPERBAIKI LAGI. (ada hikmahnya lah)
Masalahnya DI LUAR DUGAAN,
yaitu menyangkut komputer tempat FLASH DISK dimasukkan.
BEGINI CERITANYA ...(hehe9 kaya kismis gitu..)
Subscribe to:
Comments (Atom)